Kisah Para Wanita Yang Tidak Tertulis
Saya pergi ke toko buku dan menemukan bahwa hampir semua kisah orang sukses yang digunakan untuk memotivasi dan menginspirasi orang lain adalah kisah para pria. Tidak ada yang salah dengan itu. Mereka adalah pria-pria sukses yang berhasil mengatasi keterbatasannya dengan memaksakan diri mereka sampai melewati batas. Tapi tidak banyak kisah para wanita berhasil yang dituliskan untuk memotivasi orang lain karena selain begitu banyak wanita yang berhasil, peran mereka adalah peran di belakang layar yang tak tampak. Jika diibaratkan sebuah pertunjukan, para wanita adalah dalang, sutradara, produser; mereka adalah seluruh kerabat kerja yang menentukan sukses atau tidaknya sebuah pertunjukan, atau bahkan jadi atau tidaknya pementasan; dan sebuah pertunjukan yang sukses bukan hanya karena kesuksesan para artis, tapi juga kesuksesan kerabat kerja.
Sedikitnya kisah para wanita sukses juga adalah karena ukuran kesuksesan yang dipahami mayoritas orang di dunia adalah kesuksesan finansial. Kisah-kisah sukses yang laku adalah kisah-kisah yang menceritakan suatu kesuksesan fisik. Contohnya kisah Enzo Ferrari, sang perancang mobil-mobil cepat berwarna merah itu, kisah Conrad Hilton, perintis jaringan hotel internasional, Hilton, yang sekarang berganti nama menjadi Conrad, atau Aristotle Onasis, sang miliarder pengusaha kapal. Kisah itu kisah para pria, tapi kisah para wanita ada di dalamnya, walaupun tidak tersurat, kisah itu tersirat; kisah para wanita bernilai diri tinggi yang mengantarkan para pria itu kepada suatu ide brilian, yang menjaga mereka untuk tetap bertahan walau jalan kesuksesan mereka sedang sulit sedangkan tujuan masih tak terlihat, dan membuat mereka berjalan maju ditengah arus kesuksesan yang menggoda mereka untuk mundur. Walaupun kisah para wanita ini tidak pernah tertulis, kisah inilah yang membawakan kepada dunia tokoh-tokoh hebat dan penemuan-penemuan hebat.